Salah satu cara meningkatkan kualitas layanan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM UB) adalah menjalin kerjasama dengan pihak eksternal dan memperkuat jejaring yang telah terjalin di antara para stakeholder. Pada Selasa, 12 April 2022 bertempat di Gedung Layanan Bersama lantai 6, Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (P3M PENS) melakukan studi banding ke LPPM UB. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas Pengelola P3M PENS dan dipimpin langsung oleh Ketua P3M PENS, Dr. Mike Yuliana, ST., MT.

Dalam sambutannya, Dodi Wirawan Irawanto, SE., M.Com., Ph.D Sekretaris LPPM menyampaikan garis besar pengelolaan kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Universitas Brawijaya yang telah masuk masa transisi dari Badan Layanan Umum (BLU) ke Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya ini mengungkapkan, pendanaan penelitian di LPPM UB sangat luar biasa dan selalu naik setiap tahun. “Kita mempunyai beberapa skema unggulan di antaranya Hibah Penelitian Pemula (HPP) dengan dana sebesar 15 juta hingga 30 juta per judul, hingga Hibah Penelitian Unggulan (HPU) dengan dana yang disiapkan sebesar 75 juta hingga 250 juta per judul. Untuk kegiatan pengabdian kita ada skema Doktor Mengabdi (DM). DM sebagai salah satu program unggulan UB, menjadikan LPPM diundang oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk penawaran program sejenis,” pungkasnya.

Terkait pengelolaan jurnal di UB, Dr. Sc. Asep Awaludin P., S.Pi, MP selaku Ketua Pusat Penelitian LPPM menyampaikan bahwa UB memiliki 80 jurnal. “Empat diantaranya dikelola oleh LPPM. Sedangkan di masing-masing Fakultas terdapat Badan Pengelola Jurnal (BPJ) yang fokus untuk mengelola jurnal,” jelas dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang juga sebagai editor salah satu jurnal yang dikelola oleh LPPM.