Setelah tiga tahun pelaksanaannya, Universitas Brawijaya berkomitmen melanjutkan skema penelitian Hibah Profesor dan Doktor. Penelitian ini sendiri diselenggarakan dengan tujuan untuk menjamin tercapainya tujuan pendidikan tinggi yang berperan strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya. Dengan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan, dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan diharapkan hibah ini mampu menghasilkan inovasi berbasis pada penelitian yang bermutu, dalam rangka meningkatkan kualitas akademik yang dapat memberikan kontribusi secara nyata kepada peningkatan daya saing bangsa. Selain itu hibah ini juga diharapkan dapat mencapai target dimensi dan sasaran Rencana Induk Penelitian UB yang bermuara pada meningkatnya produktivitas penelitian Profesor dan Doktor di Universitas Brawijaya.

Pengelolaan Hibah Profesor dan Doktor semula berada di bawah naungan Wakil Rektor Bidang Akademik. Sehubungan dengan adanya perubahan Universitas Brawijaya menjadi PTNBH, hibah Profesor dan Doktor Kali ini berada di bawah naungan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi. Meski demikian, pengelolaan program hibah ini tetap dilaksanakan di fakultas dengan peran LPPM sebagai penjamin kualitas, dan mutu sistem penelitian melalui Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian (SIPP).

Proses penjaminan mutu hibah ini meliputi proses review, yang merupakan tanggung jawab LPPM untuk mengetahui efektifitas, dan keberlanjutan dari program hibah. Sebagai dasar hukum atas pelaksanaan program ini telah disusun Peraturan Rektor Nomor 39 tahun 2022, tentang Program Hibah Penelitian Profesor dan Doktor, yang disosialisasikan pada Rabu (6/4) dihadapan para Dekan dan BPPM Fakultas di Universitas Brawijaya.

Ketua LPPM UB Prof. Luchman Hakim, SSi., M.Agr.Sc., Ph.D dalam sambutan pembukaannya menyampaikan, Peraturan Rektor Program Hibah Penelitian Profesor dan Doktor merupakan perbaikan dari peraturan yang sudah ada. “Semangat LPPM sebagai rekan sejawat adalah untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pelaksanaan, efektifitas, efisiensi serta produktivitas dari hibah yang diluncurkan,” ujarnya.

Panduan program hibah secara garis besar disampaikan oleh Ketua Pusat Penelitian LPPM UB Prof. Dr. Sc. Asep Awaludin Prihanto, SPi., MP. Dijelaskan pula detil kriteria pengusul, keluaran wajib, waktu pelaksanaan, anggaran dan kuota, komponen pembiayaan, dan jadwal hibah Profesor, Doktor Lektor Kepala, dan Doktor Non Lektor Kepala.

Pada dasarnya kegiatan ini merupakan soft launching awal bagi para pimpinan, BPPM, dan operator di fakultas, untuk bisa segera melakukan setting jadwal hibah. Selanjutnya mereka diminta untuk melanjutkan sosialisasi di fakultas masing-masing sesuai dengan panduan program hibah dan presentasi yang telah disajikan.