Mengulang kesuksesan program Doktor Mengabdi dalam menyentuh pengembangan potensi lingkar kampus, dan perbatasan melalui program-program pengabdian kepada masyarakat, LPPM UB meluncurkan program baru bertajuk Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PMS) pada Kamis (2/6). LPPM UB senantiasa mengembangkan tema-tema pengabdian yang strategis dan tersebar di seluruh area yang terekognisi. Sehingga nantinya, menjadi program unggulan UB yang dikenal masyarakat.
Sebagai peralihan dari BLU ke PTNBH, UB dituntut untuk menunjukan sebuah karya nyata di bidang pengabdian kepada masyarakat. Dalam hibah PMS ini, LPPM UB memberikan role model intervensi pengabdian kepada masyarakat pada suatu area cagar biosfer. “Dengan tetap mengapresiasi upaya-upaya usulan pengabdian kepada masyarakat di luar kawasan cagar biosfer, kami mengenalkan cagar biosfer ini supaya kita dapat bekerja bersama dalam suatu kawasan. Tujuannya agar dapat menulis report yang komprehensif dengan melibatkan lintas fakultas,” ungkap Ketua LPPM Prof Luchman Hakim.
Konsep cagar biosfer ini dikenalkan oleh UNESCO dengan mengambil area target sasaran di sekitar Cagar Biosfer Arjuno Bromo Tengger dan Semeru (TNBTS), dan cagar biosfer Blambangan Raya (Banyuwangi) meliputi Kabupaten dan Kota Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang dan Banyuwangi. Konsep biosfer ini diharapkan dapat meningkatkan rekognisi internasional UB dalam program pembangunan global lewat kegiatan pengabdian masyarakat, bekerjasama dengan Mitra Local (Pemerintah Daerah), Nasional (Kementerian dan Lembaga Nasional) dan Global (UNESCO).
Lebih lanjut Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UB Dr. Susinggih Wijana menjelaskan, dalam usaha penguatan desa mandiri ekonomi berkelanjutan, topik kegiatan pengabdian dalam hibah PMS ini antara lain pengembangan pariwisata desa dan kluster UMKM, pemberdayaan BUMDES, dan produk unggulan desa. Secara garis besar program pengabdian kepada masyarakat yang dirintis melalui Program Pengabdian Masyarakat Strategis ini bertujuan untuk membantu terwujudnya kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat yang berbasis pada optimalisasi potensi masyarakat, agar mampu mendayagunakan, dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada dengan meningkatkan jejaring kolaborasi internasional antar lembaga.
Pengusulan proposal dibuka melalui sipp.ub.ac.id mulai 2 Juni -13 Juni 2022. Diharapkan dengan dibukanya skema ini dapat menambah jumlah keterlibatan dosen Universitas Brawijaya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.