Senin (25/1), telah diadakan kegiatan Sarasehan Rumusan Strategi dan Sinergi Bersama dalam Penguatan Pengabdian melalui Program Doktor Mengabdi. Sarasehan yang dihadiri segenap jajaran pimpinan Universitas, Fakultas dan Badan Usaha ini diselenggarakan untuk menyusun strategi penguatan Program Doktor Mengabdi yang dapat memberikan manfaat bagi nilai kearifan dan potensi serta sumberdaya lokal.
Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS yang membuka kegiatan, mengapresiasi positif rintisan LPPM dalam melakukan sinergi bersama pengabdian masyarakat hingga ke perbatasan, melalui program Doktor Mengabdi. “Kegiatan pengabdian ini harapannya dapat merambah hingga ke internasional. Disamping juga harus berfokus pada lingkar kampus. Pengembangannya diharapkan dapat melibatkan dosen multidisiplin dengan pelaksanaan terstruktur jangka panjang. Hal yang perlu tetap diingat dalam pelaksanaan program Doktor Mengabdi adalah senantiasa menerapkan protokol Covid-19,” ungkapnya.
Kegiatan ini diawali dengan Laporan Kegiatan Doktor Mengabdi pada tahun 2017-2020 di wilayah Provinsi Jawa Timur hingga Perbatasan RI oleh Dr. Sugiarto., ST., MT selaku Ketua Pelaksana Program Doktor Mengabdi LPPM UB. Pada kesempatan ini disampaikan analisis kendala dan permasalahan yang dihadapi selama pelaksanaan Doktor Mengabdi bagi sivitas akademika Universitas Brawijaya. “Komitmen penguatan program Doktor Mengabdi dilakukan melalui pengukuran capaian kegiatan yang memberikan kebermanfaatan bagi Universitas Brawijaya dan masyarakat desa secara optimal. Sehingga pelaksanaan program ini dapat berkelanjutan berdasarkan kajian potensi dan kearifan lokal,” ungkap dosen Fakultas Teknik itu.
Sejalan dengan arahan Rektor, Ketua LPPM UB Dr. Ir. Bambang Susilo, MSc.Agr., dalam paparan kedua menyampaikan materi bertajuk “Penguatan Kinerja Pengabdian Masyarakat UB dalam Memperkuat Kontribusi Nasional dan Internasional”. Disampaikan, terdapat penekanan terhadap enam bidang unggulan pengabdian kepada masyarakat di daerah pasca bencana alam dan peningkatan kerjasama mitra, baik nasional dan internasional dengan melibatkan mahasiswa KKN.
Selanjutnya, sebagai penggerak aktif dalam kegiatan Doktor Mengabdi di lingkar kampus, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Perencanaan Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS., menyampaikan paparan “Isu Strategis Universitas Brawijaya Menuju PTNBH Berkelas Dunia”. Urgensi penetapan UB sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) berkelas dunia sebagai jembatan untuk mencapai visi dan misi UB. “Secara spesifik, kita harus merancang kegiatan pengabdian kepada masyarakat menuju Reputable UB di kancah global,” ungkap guru besar FMIPA UB itu.
Sebagai penutup, rumusan sarasehan ini disampaikan oleh Ketua Kelompok Jabatan Fungsional Bidang Pengabdian. Rumusan itu adalah indikator keberhasilan kegiatan program doktor mengabdi untuk mitra, tidak hanya pada faktor ekonomi namun juga faktor non-ekonomi produktif.
Kehadiran pembicara dan peserta dalam kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi dan komitmen bersama dalam penguatan program DM Institusi, yang dapat memberikan manfaat bagi nilai kearifan dan potensi sumberdaya local. Harapannya akan mampu mendorong kemajuan desa melalui tema-tema kegiatan pengabdian masyarakat yang dijalankan oleh Universitas Brawijaya.