IndonesiaIndonesia| EnglishEnglish

Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan perubahan mindset dalam pelaksanaan ekosistem pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan bagi dosen di Universitas Brawijaya, LPPM UB menyelenggarakan Workshop Penulisan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Nasional pada Sabtu (26/8) di Hotel Savana Malang. Sebanyak 200 dosen Universitas Brawijaya dari berbagai fakultas telah mendaftar pada kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini.
Ketua LPPM UB, Prof. Luchman Hakim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat Universitas Brawijaya di ranah kompetitif nasional menurun dari tahun sebelumnya. Oleh karenanya, melalui forum ini, pelaksana pengabdian diharapkan tidak terpaku pada pendanaan internal.
Hadir sebagai narasumber workshop yaitu pakar pengabdian UGM Prof. Irfan D. Prijambada yang menyampaikan tentang pentingnya ekosistem pengabdian kepada masyarakat oleh perguruan tinggi. Disampaikan oleh guru besar Fakultas Pertanian UGM itu bahwa dibutuhkan peran aktif dan sinergitas pelaku pemberdayaan. “Aktifitas ini harus terus ditingkatkan sehingga muncul kesadaran dan tanggung jawab bersama sebagai ekosistem pendidikan,” ungkapnya.
Menurut Ifran, hal ini dapat diupayakan dengan cara mendorong pemanfaatan segala sumber daya dan kapasitas yang dimiliki perguruan tinggi seperti pengetahuan, penelitian, pendidikan, dan keterampilan staf pengajar, maupun tenaga kependidikan, dan mahasiswa. “Untuk pemberdayaan masyarakat ini perlu dilakukan agar mereka dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya guna memenuhi kebutuhannya melalui kemitraan dengan berbagai pihak,” pungkasnya.
Di sesi berikutnya Ketua LPPM UNS Prof. Okid Parama Astirin membahas terkait gagasan pengabdian, dan strategi proposal pengabdian kepada Masyarakat kompetitif nasional. Disampaikan oleh Okid bahwa prinsip dasar dalam menggagas kegiatan pengmas yakni berkelanjutan, tuntas, bermakna, sinergi, multidisiplin dan bermitra. Di akhir materi disampaikan pula contoh pengajuan proposal pengabdian kepada masyarakat kompetitif nasional yang telah disusun oleh peserta.
Selain mengundang para pakar pengabdian masyarakat di tingkat nasional, LPPM juga mengundang salah satu pakar pengabdian masyarakat di internal Universitas Brawijaya, Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP., MP. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian yang juga reviewer nasional ini menyampaikan teknik penulisan proposal PKM bersaing secara nasional. “Urgensinya adalah sinkronisasi dengan kebijakan Kemdikbudristek, Ditjen Diktiristek dan DRPTM, buku panduan, trik strategis dan akses system,” ujarnya. Dalam penjelasannya, Asmaul menambahkan aspek susbtansi, sistematika analisis situasi, solusi dan métode, serta alokasi RAB.
Sebagai penutup, Sekretaris LPPM UB Prof. Dodi Wirawan Irawanto memberikan materi terkait Strategi Pendanaan PKM Berkelanjutan. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini menyimpulkan bahwa dalam penyusunan proposal para ketua pelaksana harus memperhatikan tema kontektual dan relevan, roadmap yang realistis, interaksi multi kepentingan, dan multidisiplin, mengawali melakukan pengabdian dari hal kecil dengan niat tulus, konsistensi isu, peluang bekerjasama dalam koridor serta membangun citra baik secara personal maupun institusional.

Workshop Penulisan Proposal Pengmas Kompetitif Nasional