Workshop KKN Perbatasan Regional

Dalam mendukung penguatan implementasi Kuliah Kerja Nyata di kawasan perbatasan dan membangun kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia serta berpartisipasi dalam pengabdian regional ASEAN, Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata Lembaga Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Universitas Brawijaya mengadakan “Workshop KKN Perbatasan Regional” pada Senin, 27 Agustus 2018 di Ruang Rapat Gedung Rektorat Lt 8.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Nuhfil Hanani, dalam membuka worskhop ini menyampaikan bahwa kegiatan KKN penting dalam mendorong mahasiswa untuk cinta desa, sebagai amal ibadah untuk turut membangun Indonesia, dan memacu pertumbuhan (seperti yang telah dijelaskan oleh Ketua LPPM UB, Dr. Bambang Susilo). Untuk itu, beliau akan menaikkan alokasi anggaran internal untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, Ketua Koordinator KKN Perbatasan Regional UB, Agung Sugeng Widodo, PhD menekankan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mensinergikan pelaksanaan dan kerjasama berbagai pemangku kepentingan dalam melakukan KKNT di wilayah perbatasan.

Hadir dalam acara ini 1) Kasubdit Pemberdayaan MasyarakatDirjen Risbang Kemenristekdikti, Bpk. Suwitno dengan materi: Skema Program Penguatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Kawasan Perbatasan, 2) Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Prof. Irfan Dwidya Prijambada, mempresentasikan “Pengalaman dalam Perencanaan, Implementasi dan Pengambangan KKN Nusantara”, 3) Kepala UPT KKN LPPM UNHAS, Dr. Hasrullah: KKN Regional dan Internasional, 4) Ketua Paguyuban LPPM PT Jawa Timur, Dr. Sukendah, menyampaikan materi Kolaborasi PT Jawa Timur dalam penguatan Kontribusi Pembangunan Nasional, 5) Ketua Program Doktor Mengabdi LPPM UB, Dr. Susinggih Wijana, dengan mater Program Doktor Mengabdi dalam mendukung Penguatan Implementasi KKNT di Kawasan Perbatasan.

Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan FGD terkait KKN Perbatasan yang dipandu oleh Sri Suhartini, PhD. Salah satu rumusan yang dideklarasikan dari hasil FGD tersebut yakni perlunya kerjasama dengan universitas di kawasan perbatasan sebagai tulang pungung pemetaan kawasan perbatasan.

Harapannya setelah diadakan workshop ini, dibentuk forum lanjutan untuk membahas tindak lanjut atas rumusan-rumusan yang telah dideklarasikan. Hal ini didukung  dengan program pengabdian kolaborasi antar akademisi, pengusaha, komunitas dan pemerintah.